Yamaha mulai pikirkan produksi sepeda elektrik

Yamaha mulai pikirkan produksi sepeda elektrik

Yamaha Motors dikabarkan meluncurkan divisi baru, “Yamaha Bicycles”, demikian dikabarkan Pinkbike. Divisi ini akan mulai memikirkan bagaimana Yamaha menciptakan sepeda dengan bantuan mesin elektrik (eMTB) dalam lini produksi sendiri.

Sebelumnya, Yamaha juga berperan sebagai pemasok motor eMTB ke perusahaan seperti Lapierre, Giant, Haibike, dan masih banyak lagi. Bahkan pada 2014, Yamaha merilis sistem penggerak mesin mid-mounted baru untuk sepeda yang disebut “Next generation” PW-X.

Sistem penggerak ini seperti ditulis Ebiketuning.com digunakan oleh beberapa produsen sepeda, salah satunya Giant e-Bike–pada Full-series, Prime & Explore series.

Mesin baru Yamaha ini termasuk sistem penggerak sepeda motor terbaik yang ada di pasaran. Mereka mewakili alternatif lain dari mesin sepeda yang selama ini disuplai oleh Bosch melalui produk CX Motors.

Sementara pada 2017, sistem penggerak telah dikembangkan untuk penggunaan sepeda E-Mountain. Sistem penggerak ini adalah mode dukungan kelima (Extra Power Mode), yang dioptimalkan untuk melintas jalur curam.

Reaksi atas jalur terjal telah membaik, kekuatannya pun telah dinaikkan menjadi 80 Nm. Dibandingkan dengan sistem penggerak jenis Yamaha PW, mesin ini jauh lebih halus. Bobotnya pun telah berkurang, dari 3,5 kilogram menjadi 3,1 kilogram, dengan bekal baterai 500 kWh.

Richard Cunningham dari Pinkbike mengatakan bahwa ia telah memprediksi masuknya perusahaan produsen sepeda motor ke pasar eMTB. Dengan hadirnya Yamaha dan KTM dalam mengembangkan eMTB, pastinya akan membawa pengaruh tersendiri.

Yamaha, lanjut Richard, jelas akan membidik para pembalap kenamaan, terlebih nama perusahaan itu sudah cukup dikenal.

Tentunya Yamaha memiliki beberapa keunggulan kompetitif dibanding perusahaan yang sebelumnya mereka suplai motornya. Akan tetapi pertanyaannya, siapkah Yamaha memberikan penawaran yang menarik dan kompetitif dalam dunia baru ini?

“Pembuat sepeda, yang sebagian besar dipekerjakan oleh mantan pesaing, akan saling berperang melawan teknologi, baik di arena pacu maupun di ruang rapat mereka, dan dengan demikian, akan memenangkan pertarungan untuk para pembuat motor,” kata Richard setahun silam.

“Ketika itu terjadi, pembuat sepeda tidak akan memiliki barang berharga untuk dijual yang tidak dapat diproduksi di tempat lain dengan harga yang lebih murah,” lanjutnya.
Nou Limits menulis, perusahaan besar seperti Yamaha, Bosch, dan Brose telah mengupayakan semua teknologinya untuk berada di garis depan pasar sepeda dengan mesin elektrik. Ini adalah konsekuensi dari pertumbuhan konstan eMTB di seluruh dunia, terutama di Eropa, di mana peminat atas produk ini cukup besar. Tidak ada yang meragukan mereka sebagai produsen.

Namun untuk Yamaha, pertanyaan penting lainnya adalah soal banderol harga yang akan ditetapkan. Walau belum mengumumkan secara resmi, namun para pengamat memprediksi bahwa harga yang akan ditetapkan tentunya lebih ekonomis, terkait efisiensi produksi yang tentunya akan cukup mengusik para kompetitor.

Yamaha sepertinya fokus untuk pasar Amerika Serikat, serta mencoba meraih keuntungan dari salah satu olah raga paling penting di benua itu. Bahkan diprediksi mampu menyaingi produsen sepeda di negeri Paman Sam tersebut.

Walau belum ada indikasi soal distribusi sepeda elektrik tersebut, namun para pengamat mengharapkan Yamaha akan memanfaatkan jaringan diler yang telah dimilikinya selama ini.

Lalu, akankah beberapa perangkat yang diterapkan sepeda motor juga akan dipasangkan pada sepeda elektrik mereka, semisal suspensi dari KYB atau Ohlins?

Akankah juga mereka akan menggunakan teknologi yang serupa dengan mesin sepeda yang selama ini mereka suplai? Atau apakah mereka juga akan membuat sepeda konvensional?

Hingga kini Yamaha masih bungkam.

About the author

admin administrator

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.